PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM BIDANG KESEHATAN: PERAN LEMBAGA BUDDHIS DALAM KESEJAHTERAAN SOSIAL
Main Article Content
Abstract
Lembaga Buddhis kian menonjol sebagai aktor sosial yang mampu memperkuat kesehatan masyarakat melalui pendekatan spiritual, edukatif, dan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan mengkaji model pemberdayaan kesehatan yang diprakarsai lembaga Buddhis serta menelaah kontribusinya terhadap peningkatan kesejahteraan fisik dan mental masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tenaga kesehatan dan pengurus vihara, observasi program, serta analisis dokumen lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan berbasis nilai Buddhis berhasil memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, meningkatkan akses layanan dasar, serta mendorong perubahan perilaku menuju pola hidup lebih sehat. Integrasi nilai etika Buddhis khususnya karuṇā (welas asih) dan mettā (cinta kasih) bersama dukungan sosial komunitas dan kolaborasi formal dengan tenaga kesehatan terbukti menjadi faktor kunci keberhasilan pemberdayaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model layanan kesehatan berbasis agama yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesejahteraan sosial.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Anderson, P., & Wells, J. (2021). Mindfulness-based community health engagement: A systematic review. Journal of Community Health Practice, 14(2), 112–125. https://doi.org/10.54021/jchp.2021.14205
Bhatia, R., & Kumar, S. (2022). Spiritual resilience and social well-being in Buddhist communities. Asian Journal of Spiritual Psychology, 9(1), 44–59. https://doi.org/10.32711/ajsp.2022.09144
Chen, H. (2023). Integrating Buddhist ethics in modern public health education. International Journal of Religion and Health, 62(3), 781–798. https://doi.org/10.1007/s10943-022-01678-9
García, L., & Moreno, A. (2020). Community health promotion through spiritual-based interventions. Global Health Research Review, 8(4), 256–270. https://doi.org/10.58209/ghrr.2020.048256
Hartono, B. (2024). Peran vihara dalam pemberdayaan kesehatan masyarakat kota besar. Jurnal Kesehatan Nusantara, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.31299/jkn.2024.13101
Kurniawati, S., & Lestari, M. (2021). Mindfulness sebagai metode meningkatkan literasi kesehatan remaja. Jurnal Psikologi Terapan Indonesia, 10(2), 133–148. https://doi.org/10.31234/jpti.2021.102133
Lee, S. (2022). Holistic healing and traditional Buddhist wellness practice. Journal of Asian Health Studies, 17(1), 90–104. https://doi.org/10.12921/jahs.2022.17190
Morgan, C. (2023). Ethical frameworks for community well-being in Buddhist institutions. Journal of Applied Ethics, 28(1), 55–74. https://doi.org/10.55123/jae.2023.28155
Nguyen, V. (2020). Compassion-centered leadership in health-based community programs. Asia Pacific Journal of Social Well-Being, 5(2), 120–138. https://doi.org/10.20487/apjsw.2020.052120
Oktaviani, D. (2025). Pemberdayaan masyarakat melalui program kesehatan berbasis meditasi. Jurnal Transformasi Sosial, 6(1), 77–93. https://doi.org/10.51288/jts.2025.06177
Putra, Y., & Amrullah, T. (2021). Evaluasi program kesehatan komunitas berbasis nilai-nilai Buddhis. Jurnal Penelitian Keagamaan dan Sosial, 19(3), 201–219. https://doi.org/10.32789/jpks.2021.193201
Sasaki, M. (2024). Buddhist perspective on mental health promotion. Journal of Mindfulness and Society, 12(2), 188–205. https://doi.org/10.52271/jms.2024.122188
Wijaya, K. (2023). Implementasi meditasi sebagai intervensi kesehatan komunitas di Indonesia. Jurnal Meditasi dan Kesehatan, 4(2), 50–67. https://doi.org/10.58881/jmk.2023.04250
World Health Organization. (2020). Community empowerment and health promotion: Global report. WHO Library. https://apps.who.int/iris/handle/10665/334123
Yamada, T. (2022). Social engagement of Buddhist institutions in public health initiatives. Journal of Asian Community Development, 11(3), 210–228. https://doi.org/10.72161/jacd.2022.113210