PENGARUH BERPIKIR KRITIS SISWA DAN GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP KOMPETENSI PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SMA PERGURUAN BUDDHI

Main Article Content

Sulasmi Sulasmi

Abstract

 


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berpikir kritis siswa dan gaya mengajar guru terhadap kompetensi pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha di SMA Perguruan Buddhi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain ex post facto. Sampel penelitian berjumlah 134 siswa kelas X dan XI yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh signifikan berpikir kritis siswa terhadap kompetensi pemecahan masalah (p=0,000<0,05); 2) Tidak terdapat pengaruh signifikan gaya mengajar guru terhadap kompetensi pemecahan masalah (p=0,390>0,05); 3) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara berpikir kritis siswa dan gaya mengajar guru terhadap kompetensi pemecahan masalah (p=0,722>0,05). Kesimpulannya, berpikir kritis siswa berpengaruh terhadap kompetensi pemecahan masalah, sedangkan gaya mengajar guru tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini memberikan implikasi pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa untuk meningkatkan kompetensi pemecahan masalah dalam pembelajaran Pendidikan Agama Buddha.


 

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
PENGARUH BERPIKIR KRITIS SISWA DAN GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP KOMPETENSI PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SMA PERGURUAN BUDDHI. (2023). JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK), 5(2), 59-67. https://doi.org/10.56325/jpbisk.v5i2.111
Section
Articles

How to Cite

PENGARUH BERPIKIR KRITIS SISWA DAN GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP KOMPETENSI PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DI SMA PERGURUAN BUDDHI. (2023). JURNAL PENDIDIKAN BUDDHA DAN ISU SOSIAL KONTEMPORER (JPBISK), 5(2), 59-67. https://doi.org/10.56325/jpbisk.v5i2.111

References

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktek.

Unaradjan, D. D. (2019). Metode penelitian kuantitatif. Penerbit Unika Atma Jaya Jakarta.

Naga, D. S. (2012). Teori sekor pada pengukuran mental. Jakarta: PT Nagarani Citrayasa.

Heryana, A. (2019). Buku ajar metodologi penelitian pada kesehatan masyarakat. Bahan Ajar Keperawatan Gigi, June, 1-187.

Bungin, B. (2005). METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF: Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-ilmu Sosial Lainnya.

Hadi, S. (2004). Analisis butir untuk instrumen angket, tes, dan skala nilai. Yogyakarta: Fp Ugm.

Ruslan. (2009). Validasi Isi. Bulletin Pa’biritta, No.10 halaman 18-19.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alphabet.

Facione, P. A. (2011). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight assessment, 1(1), 1-23.

Mawaddah, S., & Anisah, H. (2015). Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran generatif (generative learning) di SMP. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 3(2).

Sulistyorini, Y., & Napfiah, S. (2019). Analisis kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam memecahkan masalah kalkulus. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 8(2), 279-287.

Pramesti, W. (2018). Pengaruh Proses Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017 dan Variasi Gaya Mengajar Guru terhadap Pemahaman Materi PAI Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).

Pramesti, W. (2018). Pengaruh Proses Pembelajaran Kurikulum 2013 Revisi 2017 dan Variasi Gaya Mengajar Guru terhadap Pemahaman Materi PAI Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018 (Doctoral dissertation, IAIN Ponorogo).

Syah, M. (1995). Psikologi pendidikan suatu pendekatan baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.