KONSEP PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA PADA MATA KULIAH ETIKA MAITREYA DALAM MENANGGULANGI KENAKALAN REMAJA DI STAB MAITREYAWIRA PEKANBARU
Main Article Content
Abstract
Metode penelitian ini adalah studi kasus, tempat penelitian adalah STAB Maitreyawira Pekanbaru. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Adapun dari hasil penelitian bahwa perilaku nakal yang dilakukan remaja bisa saja terjadi karena faktor keluarga itu sendiri, seperti keluarga yang berantakan, lingkungan sosial seperti pergaulan dengan remaja lain yang pernah melakukan kenakalan, dan budaya yang melekat pada lingkungan tersebut, sehingga bahwa remaja dapat terjerumus ke dalam kenakalan. kenakalan remaja. Remaja yang melakukan kejahatan umumnya kurang memiliki pengendalian diri, atau mungkin menyalahgunakannya. Ada banyak bentuk kenakalan remaja yang terjadi saat ini. Bentuk-bentuk kenakalan remaja yang tergolong pelanggaran norma sosial, norma agama, antara lain perundungan, perkelahian, demonstrasi, penyimpangan, dan kenakalan remaja lainnya. Padahal banyak cara yang dapat dilakukan dalam menanggulangi kenakalan remaja baik secara preventif maupun represif.
Downloads
Article Details
How to Cite
References
Abuddin Nata.(2014).Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia.Jakarta: Rajawali Pers
Ali Muhammad. (1993).Strategi Penulisan Pendidikan. Bandung: Angkasa
Aminuddin Aliaras. (2006). Pendidikan Agama Islam. Jakarta : Graha Ilmu
Anwar Desi. (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Surabaya : Amelia.
Dasikin, Prawardi dan Suliana. (2007). Filsafat Buddha, Sebuah Analisa Historis. Jakarta : Erlangga.
Dhammananda S. (2004). Keyakinan Umat Buddha (terjemahan Ida Kurniati). Jakarta : Yayasan Penerbit Karaniya.
Karlina Lilis. (2020). Fenomena Terjadinya Kenakalan Remaja. Jurnal Edukasi Nonformal Volume 2 Nomor 4 Tahun 2020.
Kartono K. (1998). Patologisosial 2 Kenakalan Remaja. Jakarta : CV. Rajawali
Kartono K.(2013).Patology Sosial 2,kenakalan Remaja.Jakarta:PT Raja Grafindo Persada
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2011). Pembelajaran Kontekstual dalam Membangun Karakter Siswa. Jakarta: Kemendikbud.
Keraf Sonny. (2002). Etika Lingkungan.Jakarta: Buku Kompas
Korda IV Mapanbumi. (2001). Keluhuran Sebuah Vihara.
Kuang W. Cheng. (2005). Meditasi dalam Kehidupan Sehari–hari (terjemahan Lany Anggawati dan Wena Cintiawati). Klaten : Wisma Sambodhi.
Mapanbumi. (2002). Etika Maitreyani dalam kehidupan sehari-hari. Pusdiklat Buddhis Maitreyawira:Jakarta
Moleong J. Lexy. (2011). Metodologi penulisan Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya
Mukhtar Latif. (2011). Pandangan Sosial Agama Buddha. Jakarta : CV. Nitra Kencana Buana.
Nasution Zulkarimein. (2015). Etika Jurnalisme Prinsip-prinsip Dasar.Jakarta: Rajawali Pers
Putra Nusa dan Lisnawati Santi. (2012). Penulisan Kualitatif Pendidikan Agama Islam. Bandung: PT.Remaja Rosdakarya
Ruslan Rosady. (2010). Metode Penulisan Public Relation dan Komunikasi. Jakarta : PT.Raja Grapindo Persada
Sarwono, Sarlito. (2012). Psikilogi Remaja. Jakarta: Rajawali Press
Sonika. (2021). Implementasi Pendidikan Agama Buddha Berbasis Moralitas Altruis pada SMP Metta Maitreya Pekanbaru. Jurnal Maitreyawira Volume 2 Nomor 2 November 2021.
Sudarsono. (1991). Kenakalan Remaja. Jakarta : PT. Rineka Cipta
Sudarto. (1997). Metodologi Penulisan Filsafat. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Sugiyono. (2016). Metode Penulisan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Jakarta : Alfabeta.
Sumara D, Humaedi S. dan Santos M. B. (2017). Kenakalan Remaja dan Penangangannya. Jurnal Penelitian dan PPM Volume 4 Nomor 2 Juli 2017.
Sumiati Asra. (2009). Metode Pembelajaran. Bandung: CV Wacan Prima.
Sutrisno Hadi. (2004). Metodologi Research jilid 2.Yogyakarta: Andi Offset.
Trianto. (2011).Pengantar Penulisan Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga Kependidikan.Jakarta: Kencana
Warsito. (1991). Kenakalan Remaja. Yogyakarta: Grafindo Persada.