PELAKSANAAN PATTIDANA DI BULAN CIT GWE PUA DI VIHARA DHARMA CAKRA BUDDHIST CENTER MEDAN
Main Article Content
Abstract
Tradisi pattidāna merupakan salah satu praktik penting dalam Buddhisme yang menekankan pelimpahan jasa kepada leluhur atau makhluk yang berada dalam kondisi menderita, khususnya para peta. Praktik ini tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga berfungsi memperkuat solidaritas sosial dalam komunitas Buddhis. Pelaksanaannya pada bulan cit gwee sering dikaitkan dengan tradisi Ullambana dalam Buddhisme Mahayana, yang menekankan pentingnya tindakan kesejahteraan bagi kesejahteraan mereka yang telah berpulang. Di tengah masyarakat perkotaan modern, ritual pattidāna juga menjadi ruang revitalisasi nilai-nilai keagamaan dan penguatan ikatan komunitas. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendokumentasikan dan mengkaji pelaksanaan pattidāna di Vihara Dharma Cakra Buddhis Center Medan, dengan fokus pada pemahaman umat terhadap ritual makna serta nilai-nilai spiritual yang diinternalisasikan melalui rangkaian kegiatan. Metode yang digunakan meliputi ceramah Dhamma, observasi langsung, dan partisipasi dalam prosesi ritual. Kegiatan berlangsung dalam dua sesi utama yang mencakup pembacaan paritta, meditasi, ceramah Dhamma, prosesi pelimpahan jasa, serta pembakaran nama-nama mendiang sebagai simbol perlindungan dan pelepasan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa umat mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias, dan prosesi pattidāna terbukti memperkuat pemahaman mereka terhadap konsep dana, karma, serta hubungan spiritual dengan leluhur. Kesimpulannya, praktik pattidāna tidak hanya melestarikan tradisi keagamaan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan spiritual yang memperdalam penghayatan umat terhadap ajaran Buddha, sekaligus memperkuat kesadaran sosial dan solidaritas komunitas Buddhis di lingkungan perkotaan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ardiansyah, A. A., & Surya, J. (2023). Serba-Serbi Praktik Dana Dalam Agama Buddha: Sebuah Diskursus. PATISAMBHIDA: Jurnal Pemikiran Buddha Dan Filsafat Agama, 4(2), 97–107.https://doi.org/10.53565/patisambhida.v4i2.1046
Bhagavant. (2015, August 27). Ullambana, Pattidana di Bulan Hantu Cit Gwee. https://berita.bhagavant.com/2015/08/27/ullambana-pattidana-di-bulan-hantu-cit-gwee.html
Bodhi, B. (2012). Aṅguttara Nikāya Khotbah-Khotbah Numerikal Sang Buddha (Joko Nurjadi & Novita Tendean, Eds.). DhammaCitta Press Business. http://dhammacitta.org
Dhammacitta. (n.d.). Pattidāna. Retrieved September 20, 2025, from https://dhammacitta.org/definisi/pattidana.html
Liydia, L., & Sugeng, S. (2024). Ekplorasi Konseptual dan Praktik Pemberian Murni dalam Agama Buddha Sebuah Studi Interpretatif Berdasarkan Ajaran Sutta Pitaka. Jurnal Pelita Dharma, 10(2). https://doi.org/10.69835/jpd.v10i2.514
Ningsih, A. F. (2018). Implikasi Tradisi Pattidanaterhadap Kematangan Beragama Umat Buddha Theravada di Vihara Mendut, Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah. RELIGI JURNAL STUDI AGAMA-AGAMA, 13(2), 179. https://doi.org/10.14421/rejusta.2017.1302-03
Paramita, R. D. (2020). Nilai Spiritual Tradisi Bakti Marga Dalam Perspektif Buddhis. Sabbhata Yatra: Jurnal Pariwisata Dan Budaya, 1(1), 74–86. https://doi.org/10.53565/sabbhatayatra.v1i1.151
Sonika, S. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Ajaran Buddha dan Tradisi Upacara Adat Ulambana dalam Kontribusi Pengembangan Agama Buddha. Jurnal Sosial Dan Sains, 4(11), 1159–1176. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v4i11.31833
Sriyani, D. A., Yatno, T., & Dewi, M. P. (2020). Implikasi Tradisi Pattidana Pada Solidaritas Umat Buddha Di Desa Purwodadi Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Jurnal Pendidikan, Sains Sosial, Dan Agama, 5(2), 88–103. https://doi.org/10.53565/pssa.v5i2.113

